Kamis, 28 April 2016

TUGAS BAHASA INGGRIS BISNIS 2 [SOFTSKILL]




Exercise 6 : Simple Present and Present Progressive 
1. Something smells very good.
2. We are eating dinner at seven o'clock tonight.
3. He practices the piano every day.
4. They are driving to school tomorrow.
5. believe you.
6. Maria have a cold.
7. Jorge is swimming right now.
8. John hates smoke.
9. Jill always gets up at 6:00 A.M.
10. Jerry is mowing the lawn now.

Exersice 7 : Simple Past Tense and Past Progressive 
1. Gene was eating dinner when his friend called.
2. While Maria was cleaning the apartment, her husband slept.
3. At three o'clock this morning, Eleanor was studying.
4. When Mark arrived, the Johnsons were having dinner, but they stopped in order to talk to him
5. John went to France last year.
6. When the teacher entered the room, the students were talking
7. While Joan was writing the report, Henry looked for more information.
8. We saw the movie last night.
9. At one time, Mr. Roberts owned the building.
10. Jose was writing a letter to his family when his pencil broke.

Exersice 8 : Present Perfect and Simple Past
1. John wrote his report last night.
2. Bob has seen this movie before.
3. Jorge has already read the newspaper.
4. Mr. Johnson has worked in the same place for thirty-five years, and he is not planning to retire yet.
5. We haven't begun to study for the test yet.
6. George was going to the store at ten o'clock this morning.
7. Joan has traveled around the world.
8. Betty wrote a letter last night.
9. Guillermo called his employer last night.
10. We haven't seen this movie yet.








Jumat, 01 April 2016

TUGAS 1 BAHASA INGGRIS [ SOFTSKILL ]

GRIEF AND HAPPINESS TO BE ACCOUNTANT STUDENT

Hi my name Amalia Febry and you can call me amel. I'm student from Gunadarma University, accounting major. I'm here will tell you how like and grief be of student of accounting. This is my Opinion!
The first one i've told you how to be a student of accounting, i like being a student of accounting my teach us all about precision and teach us patience. and be able to train in our daily lives we to be reviewed will be all things. Ain't just about everyone, but in gunadarma i also studied the software contained the accounting and not just am acounting software we've learned, there are also software : taxes, management of finance, banking and others.
Grief became a student that must be very much. First job that so many and so needs a lot of time to finish. If no one in the work will lead to errors in a statement. or if you've done it's no balance the results it makes me dizzy to look for the location of faults.

Jumat, 05 Februari 2016

TUGAS 4 SOFTSKILL " BAHASA INDONESIA 2 "

KARANGKA PENELITIAN ILMIAH




BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar belakang
            Laporan keuangan pada perusahaan sangat dibutuhkan oleh pihak internal dan pihak eksternal untuk pengambilan keputusan. Menurut PSAK (2004) pihak-pihak yang memanfaatkan laporan keuangan adalah investor, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok dan kreditor usaha lainnya, pelanggan, pemerintah, dan masyarakat. Dengan demikian pelaporan keuangan harus dapat menyajikan informasi mengenai sumber daya ekonomi, menyajikan informasi mengenai prestasi perusahaan dalam satu periode, dan menyediakan informasi-informasi yang dapat membantu pihak yang membutuhkan laporan keuangan agar mereka dapat mengambil keputusan.
                Manfaat penting laporan keuangan tersebut mengharuskan manajer akuntansi harus ekstra hati-hati dalam membuat keputusan pelaporan keuangan. Hal tersebut dikarenakan terdapat banyak keputusan akuntansi yang melibatkan ketidakpastiaan. Prinsip kehati-hatian dalam membuat dan melaporkan laporan keuangan tersebut dinamakan prinsip konservatif. Menurut Watts (dalam Indrayati, 2010) akuntansi konservatif bermanfaat untuk menghindari perilaku oportunistik manajer berkaitan dengan kontrak-kontrak yang menggunakan laporan keuangan sebagai media kontrak. Manfaat akuntasi konservatif tersebut dikembangkan lebih jauh oleh Lafond dan Watts (dalam Diantimala, 2008) yang menjelaskan bahwa laporan keuangan yang konservatif dapatmenghindari konflik kepentingan antara investor dan kreditor.
            Karena sifat akuntansi konservatif yang cukup rumit tersebut, manajer akuntansi dalam menjalankan tugasnya akan dibantu oleh manajemen eksekutif atau fungsi audit intern (IAF). Manajemen eksekutif merupakan pemimpin bagi perusahaan, sehingga segala tindakan yang dibuat manajemen eksekutif akan menjadi panutan bagi para bawahannya terutama jika tindakan manajemen eksekutif tersebut sesuai dengan nilai dan norma yang terdapat pada perusahaan.  Mayer et all (dalam Arel, Beaudion, & Cianci, 2012) mencontohkan jika akuntan diberi tanggung jawab untuk mencatat aya-ayat jurnal atas transaksi-transaksi yang melibatkan perusahaan, para akuntan akan cenderung untuk meniru perilaku manajemen eksekutif.
            Berbeda dengan manajemen eksekutif, audit internal mungkin bukan merupakan pemimpin utama perusahaan. Namun, audit internal memiliki fungsi yang sangat penting bagi perusahaan. Menurut Mulyadi (dikutip oleh Afrianiswara, 2010) menyatakan bahwa audit internal merupakan kegiatan penilaian bebas yang terdapat dalam organisasi, yang dilakukan dengan cara menyajikan analisis penilaian, rekomendasi dan komentar-komentar penting terhadap kegiatan manajemen. Sedangkan Institute of Internal Auditors (dalam Afrianiswara, 2010) mendefinisikan audit internal sebagai “Internal auditing is an independent appraisal function established within an organization to examine and evaluate its activities as a service in the organization…”
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa audit internal berfungsi menguji dan mengevaluasi tindakan yang digunakan, serta meninjau pembukuan laporan keuangan. Penelitian yang ditulis Prawitt et al (dikutip oleh Arel, Beaudoin, & Cianci, 2012) menyebutkan kualitas tinggi IAF dapat memperkuat dan memberikan bimbingan bagi pengambilan keputusan dengan memantau pengendalian internal dan tindakan manajemen. Lebih lanjut lagi, Prawitt et all (2009) juga mencontohkan akuntan mungkin ragu-ragu untuk merekam jurnal entri jika akuntan tersebut tahu bahwa auditor intern kemungkinan akan mendeteksi dan mempertanyakan kualitas laporan keuangan yang telah mereka buat.
            Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kepemimpinan etis dan audit intern dapat bersama-sama dalam mempengaruhi pengambilan keputusan pelaporan keuangan. Penelitian ini akan menggunakan akuntan professional dimana kepemimpinan etis dan fungsi audit internal (IAF) di kondisikan dalam situasi lemah maupun kuat. Reaksi dari akuntan professional yang diteliti tersebut akan diamati untuk mengetahui apakah kepemimpinan etis dan fungsi audit intern memiliki pengaruh terhadap pengambilan keputusan pelaporan keuangan oleh akuntan professional.