Jumat, 05 Februari 2016

TUGAS 4 SOFTSKILL " BAHASA INDONESIA 2 "

KARANGKA PENELITIAN ILMIAH




BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar belakang
            Laporan keuangan pada perusahaan sangat dibutuhkan oleh pihak internal dan pihak eksternal untuk pengambilan keputusan. Menurut PSAK (2004) pihak-pihak yang memanfaatkan laporan keuangan adalah investor, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok dan kreditor usaha lainnya, pelanggan, pemerintah, dan masyarakat. Dengan demikian pelaporan keuangan harus dapat menyajikan informasi mengenai sumber daya ekonomi, menyajikan informasi mengenai prestasi perusahaan dalam satu periode, dan menyediakan informasi-informasi yang dapat membantu pihak yang membutuhkan laporan keuangan agar mereka dapat mengambil keputusan.
                Manfaat penting laporan keuangan tersebut mengharuskan manajer akuntansi harus ekstra hati-hati dalam membuat keputusan pelaporan keuangan. Hal tersebut dikarenakan terdapat banyak keputusan akuntansi yang melibatkan ketidakpastiaan. Prinsip kehati-hatian dalam membuat dan melaporkan laporan keuangan tersebut dinamakan prinsip konservatif. Menurut Watts (dalam Indrayati, 2010) akuntansi konservatif bermanfaat untuk menghindari perilaku oportunistik manajer berkaitan dengan kontrak-kontrak yang menggunakan laporan keuangan sebagai media kontrak. Manfaat akuntasi konservatif tersebut dikembangkan lebih jauh oleh Lafond dan Watts (dalam Diantimala, 2008) yang menjelaskan bahwa laporan keuangan yang konservatif dapatmenghindari konflik kepentingan antara investor dan kreditor.
            Karena sifat akuntansi konservatif yang cukup rumit tersebut, manajer akuntansi dalam menjalankan tugasnya akan dibantu oleh manajemen eksekutif atau fungsi audit intern (IAF). Manajemen eksekutif merupakan pemimpin bagi perusahaan, sehingga segala tindakan yang dibuat manajemen eksekutif akan menjadi panutan bagi para bawahannya terutama jika tindakan manajemen eksekutif tersebut sesuai dengan nilai dan norma yang terdapat pada perusahaan.  Mayer et all (dalam Arel, Beaudion, & Cianci, 2012) mencontohkan jika akuntan diberi tanggung jawab untuk mencatat aya-ayat jurnal atas transaksi-transaksi yang melibatkan perusahaan, para akuntan akan cenderung untuk meniru perilaku manajemen eksekutif.
            Berbeda dengan manajemen eksekutif, audit internal mungkin bukan merupakan pemimpin utama perusahaan. Namun, audit internal memiliki fungsi yang sangat penting bagi perusahaan. Menurut Mulyadi (dikutip oleh Afrianiswara, 2010) menyatakan bahwa audit internal merupakan kegiatan penilaian bebas yang terdapat dalam organisasi, yang dilakukan dengan cara menyajikan analisis penilaian, rekomendasi dan komentar-komentar penting terhadap kegiatan manajemen. Sedangkan Institute of Internal Auditors (dalam Afrianiswara, 2010) mendefinisikan audit internal sebagai “Internal auditing is an independent appraisal function established within an organization to examine and evaluate its activities as a service in the organization…”
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa audit internal berfungsi menguji dan mengevaluasi tindakan yang digunakan, serta meninjau pembukuan laporan keuangan. Penelitian yang ditulis Prawitt et al (dikutip oleh Arel, Beaudoin, & Cianci, 2012) menyebutkan kualitas tinggi IAF dapat memperkuat dan memberikan bimbingan bagi pengambilan keputusan dengan memantau pengendalian internal dan tindakan manajemen. Lebih lanjut lagi, Prawitt et all (2009) juga mencontohkan akuntan mungkin ragu-ragu untuk merekam jurnal entri jika akuntan tersebut tahu bahwa auditor intern kemungkinan akan mendeteksi dan mempertanyakan kualitas laporan keuangan yang telah mereka buat.
            Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kepemimpinan etis dan audit intern dapat bersama-sama dalam mempengaruhi pengambilan keputusan pelaporan keuangan. Penelitian ini akan menggunakan akuntan professional dimana kepemimpinan etis dan fungsi audit internal (IAF) di kondisikan dalam situasi lemah maupun kuat. Reaksi dari akuntan professional yang diteliti tersebut akan diamati untuk mengetahui apakah kepemimpinan etis dan fungsi audit intern memiliki pengaruh terhadap pengambilan keputusan pelaporan keuangan oleh akuntan professional.