BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.
LATAR BELAKANG
Sejarah akuntansi merupakan sejarah internasional. Akuntansi telah meraih keberhasilan besar dalam kemampuannya untuk diterapkan dari satu kondisi nasional ke kondisi lainnya sementara di pihak lain memungkinkan timbulnya pengembangan terus-menerus dalam bidang teori dan praktek di seluruh dunia.
Seiring dengan kekuatan ekonomi Amerika
Serikat yang tumbuh selama paruh pertama abad ke-20, kerumitan masalah-masalah
akuntansi muncul secara bersamaan pula. Sekolah-sekolah bisnis membantu
perkembangan tersebut dengan meneruskan bidang-bidang masalah dan pada akhirnya
mengakuinya sebagai suatu disiplin ilmu akademik sendiri pada berbagai sekolah
tinggi dan universitas. Setelah Perang Dunia II, pengaruh akuntansi semakin
terasa dengan sendirinya pada Dunia Barat, khususnya di Jerman dan Jepang.
Pada tingkatan yang agak kurang, faktor
yang sama juga dapat dilihat secara langsung di Negara-negara seperti Brasil,
Israel, Meksiko, Philipina, Swedia dan Taiwan. Berkebalikan dengan sifat
warisan akuntansi yang internasional tersebut adalah bahwa di banyak Negara,
akuntansi tetap merupakan masalah nasional, dengan standar dan praktik nasional
yang melekat sangat erat dengan hukum nasional dan aturan profesional. Hanya
terdapat sedikit pemahaman atas ketentuan yang sejenis dengan Negara lain.
Namun demikian, akuntansi melayani manusia dan organisasi yang lingkup
keputusannya semakin internasional. Mengatasi paradoks sejarah akuntansi ini
telah lama menjadi perhatian baik bagi para pengguna maupun penyusun informasi
akuntansi. Dalam tahun-tahun terakhir, usaha-usaha institusi untuk mempersempit
perbedaan dalam pengukuran, pengungkapan dan proses auditing di seluruh dunia
semakin intensif dilakukan. Apabila usaha-usaha mengurangi perbedaan akuntansi
internasional merupakan sesuatu yang penting di satu sisi, sekarang ini
terdapat sejumlah faktor tambahan yang turut menambah pentingnya mempelajari
akuntansi internasional. Faktor-faktor ini tumbuh dari pengurangan yang
signifikan dan terus-menerus hambatan perdagangan dan pengendalian modal secara
nasional yang terjadi bersamaan dengan kemajuan dalam teknologi informasi.
Pengendalian nasional terhadap arus modal, valuta asing, investasi asing
langsung, dan transaksi terkait telah diliberalisasikan secara dramatis dalam
beberapa tahun terakhir, sehingga mengurangi hambatan-hambatan terhadap bisnis
internasional. Kemajuan dalam teknologi informasi juga menyebabkan perubahan
radikal dalam ekonomi produksi dan distribusi. Produksi yang terintegrasi
secara vertical tidak lagi menjadi bukti model operasi yang efisien. Hubungan
informasi, secara global dan seketika memberi makna bahwa produksi semakin
dialihkontrakkan kepada siapa saja dengan ukuran apa pun dimana saja di dunia
yang memiliki kemampuan terbaik dalam melakukan suatu pekerjaan atau suatu
bagian dari pekerjaan tersebut. Hubungan wajar timbale-balik yang menjadi
karakter hubunngan perusahaan dengan pemasok, perantara dengan pelanggan mereka
digantikan dengan hubungan kerja sama global dengan
pemasok, pemasok dari pemasok, perantara, pelanggan, dan pelanggan dari
pelanggan.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A.
AKUNTANSI KOMPARATIF : EROPA
Lima anggota Uni Eropa (EU) :
Lima anggota Uni Eropa (EU) :
1.
Republik Ceko
2.
Perancis
3.
Jerman
4.
Belanda
5.
Inggris
B.
BEBERAPA PENGAMATAN TENTANG STANDAR
DAN PRAKTIK AKUNTANSI
·
Standar akuntansi merupakan
regulasi atau peraturan (sering kali termasuk hukum dan anggaran dasar) yang
mengatur pengolahan laporan keuangan
·
Susunan standar merupakan proses
perumusan standar akuntansi.
Tiga alasan praktik akuntansi dapat menyimpang dari standar akuntansi :
Tiga alasan praktik akuntansi dapat menyimpang dari standar akuntansi :
1.
Di banyak negara hukuman untuk
kegagalan dengan pernyataan akuntansi resmi dianggap lemah atau tidak efektif.
2.
Perusahaan bisa dengan sukarela
melaporkan lebih banyak informasi daripada yang diharuskan.
3.
Beberapa negara mengizinkan
perusahaan untuk keluar jalur standar akuntansi jika hal tersebut bisa
menggambarkan hasil operasi dan posisi keuangan perusahaan dengan lebih baik.
Susunan
standar akuntansi menggabungkan dua kombinasi, yaitu :
1.
Sektor swasta: profesi akuntansi
dan kelompok lain (pengguna dan penyusun laporan keuangan)
2.
Sektor umum: perwakilan seperti
petugas pajak, perwakilan pemerintah yang bertanggungjawab atas hukum komersial
dan komisi keamanan.
C.
IFRS DALAM UNI EROPA
Tampilan tabel “persyaratan IFRS” meringkaskan persyaratan Uni Eropa untuk menggunakan IFRS di lima negara yang diteliti. Penggabungan laporan keuangan bisa diharapkan dimana IFRS diperlukan, tapi perbedaannya tetap ada ketika tidak ada penggabungan.
Tampilan tabel “persyaratan IFRS” meringkaskan persyaratan Uni Eropa untuk menggunakan IFRS di lima negara yang diteliti. Penggabungan laporan keuangan bisa diharapkan dimana IFRS diperlukan, tapi perbedaannya tetap ada ketika tidak ada penggabungan.
Ø Persyaratan IFRS
|
Republik Ceko
|
Perancis
|
Jerman
|
Belanda
|
Inggris
|
|
|
Perusahaan terdaftar-laporan keu. gabungan
|
Diharuskan
|
Diharuskan
|
Diharuskan
|
Diharuskan
|
Diharuskan
|
|
Perusahaan terdaftar-laporan keuangan perusahaan pribadi
|
Diharuskan
|
Dilarang
|
Dibolehkan, tapi hanya untuk tujuan informasional
|
Dibolehkan
|
Dibolehkan
|
|
Perusahaan tdk terdaftar-laporan keu. gabungan
|
Dibolehkan
|
Dibolehkan
|
Dibolehkan
|
Dibolehkan
|
Dibolehkan
|
|
Perusahaan tdk terdaftar-laporan keuangan perusahaan pribadi
|
Dilarang
|
Dilarang
|
Dibolehkan, tapi hanya untuk tujuan informasional
|
Dibolehkan
|
Dibolehkan
|
a.
Laporan keuangan prusahaan
tertutup Perancis dan Jerman harus disusun dengan menggunakan persyaratan
akuntansi setempat karena laporan-laporan ini merupakan dasar untuk pajak dan
dividen.
b.
IFRS tidak diperbolehkan dalam
laporan keuangan perusahaan pribadi yang tidak terdaftar di Ceko karena
dianggap bahwa IFRS bisa terlalu rumit dan memakan biaya untuk
perusahaan-perusahaan pribadi yang kecil ini.
D.
LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan IFRS terdiri atas neraca gabungan, laporan laba-rugi, laporan kas, laporan perubahan ekuitas (atau laporan laba rugi dan pengeluaran yang diakui), dan catatan penjelasan. Ungkapan catatan harus mencakup:
Laporan keuangan IFRS terdiri atas neraca gabungan, laporan laba-rugi, laporan kas, laporan perubahan ekuitas (atau laporan laba rugi dan pengeluaran yang diakui), dan catatan penjelasan. Ungkapan catatan harus mencakup:
·
Kebijakan akuntansi yang diikuti
·
Penilaian yang dibuat oleh manajemen dalam
menetapkan kebijakan akuntansi yang penting
·
Asumsi utama mengenai masa depan
dan sumber-sumber penting tentang ketidakpastian estimasi
E.
PATOKAN AKUNTANSI
·
Semua kombinasi bisnis dianggap
pembelanjaan.
·
Goodwill diuji setiap tahun untuk
memeriksa penurunan nilainya dan jika negative harus segera diakui dalam
pendapatan.
·
Penanaman modal dalam perusahaan
gabungan dengan metode ekuitas.
·
Translasi laporan keuangan dari
operasi asing didasarkan pada konsep mata uang fungsional.
·
Aset dinilai berdasarkan harga
perolehan atau harga pasar.
·
Depresiasi dibebankan
secarasistematis atas umur penggunaan asset, menggambarkan pola pemakaian
manfaat
·
Persediaan dinilai secara FIFO
atau beban rata-rata sesuai menurut IFRS.
·
Pinjaman keuangan dikapitalisasi
dan diamortisasi, sementara pinjaman operasional dibebankan pada dasar sistematis.
·
Pajak-pajak yang ditangguhkan
dibayar penuh.
F.
SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN LIMA
NEGARA
1.
REPUBLIK
CEKO
Akuntansi di Republik Ceko telah berganti arah beberapa kali,
seiring dengan sejarah politik negaranya. Praktik dan prinsip akuntansinya
digambarkan oleh negara-negara berbahasa Jerman di Eropa hingga akhir perang
dunia II. Setelah tahun 1989, Ceko bergerak cepat menuju ekonomi berorientasi
pasar. pemerintah mengubah susunan hukum dan administrasinya untuk merangsang
ekonomi dan menarik investasi asing. Undang-undang perdagangan dan praktik
diubah untuk menyesuaikan dengan standar barat. Kendali harga dinaikan.
Akuntansi diarahkan ke gaya barat, kali ini menggambarkan prinsip-prinsip yang
ditanamkan dalam European Union Directives.
Ø Regulasi
dan Pelaksanaan Akuntansi
·
Accountancy Act: menentukan
persyaratan untuk akuntansi.
·
Fourth and Sevent Directives dari
Uni Eropa: menetapkan penggunaan daftar perkiraan untuk pembukuan catatn dan
penyusunan laporan keuangan.
·
Czech Securities Commission:
bertanggung jawab mengawasi dan memantau pasar modal.
·
Act on Auditors: Mengatur proses
audit.
·
Chamber of Auditors: mengawasi
pendaftaran, pendidikan, pengujian dan menertibkan auditor, penyusunan standar
audit dan regulasi praktik audit seperti format laporan audit.
Ø Laporan
Keuangan
Laporan keuangan harus bersifat komparatif, terdiri atas:
Laporan keuangan harus bersifat komparatif, terdiri atas:
1.
Neraca
2.
Akun keuntungan dan kerugian
(Laporan Laba Rugi)
3.
Catatan
Ø Pengukuran
Akuntansi
§ Metode
Akuisisi (pembelian)
§ Goodwill
dikapitalisasi atau diamortisasi.
§ Aset
berwujud dan tidak berwujud dinilai berdasarkan biaya.
§ Persediaan
dinilai pada biaya rendah (FIFO) atau metode rata-rata.
§ Biaya
riset dan pengembangan dikapitalisasi.
§ Pajak penghasilan yang ditangguhkan diberikan
sepenuhnya untuk semua selisih sementara.
2.
PRANCIS
Prancis merupakan penyokong utama dunia dalam
kesamaan akuntansi nasional. Mentri Ekonomi Nasional menyetujui Plan Comptable
General (undang-undang akuntansi nasional) formal yang pertama pada September
1957. Plan Comptable General berisi:
1.
Tujuan dan
prinsip aporan dan akuntansi keuangan
2.
Definisi
aset, utang, ekuitas pemegang saham, pendapatan, dan pengeluaran
3.
Aturan-aturan
valuasi dan pengakuan
4.
Daftar
akun, persyaratan penggunaannya, dan persyaratan tata buku lainnya yang telah
distandarisasi
5.
Contoh
laporan keuangan dan aturan presentasinya
Akuntansi
prancis sangat dipengaruhi oleh Plan Comptable General sehingga kadang kadang
melupakan legislasi komersial (yaitu, Code de Commerce). Catatan atas laporan
keuangan diatur oleh Plan Comptable General (termasuk format dan
urutannya), catatan-catatan tersebut disajikan secara sistematis sehingga
analisis-analisis keuangan prancis bisa membuat prosedur-prosedur pengembangan
rasio keuangan yang terstandarisasi. Laporan keuangan prancis harus melaporkan
hal-hal berikut:
1.
Neraca
2.
Laporan laba rugi
3.
Catatan atas laporan keuangan
4.
Laporan direktur
5.
Laporan auditor
Ø Regulasi
dan Pelaksanaan Akuntansi
Ada lima perusahaan besar yang terlibat dalam penyusunan standar di Perancis:
Ada lima perusahaan besar yang terlibat dalam penyusunan standar di Perancis:
1.
Counseil National de la
Comptabilite, atau CNC (Badan Akuntansi Nasional).
2.
Comite de la Reglementation
Comptable, atau CRC (Komite Regulasi Akuntansi).
3.
Autorite des Marches Financiers,
atau AMF (Otoritas Pasar Keuangan)
4.
Ordre des Experts-Comptables,
atau OEC (Institut Akuntan Publik)
5.
Compagnie Nationale des
Commissaires aux Comptes, atau CNCC (Institut Nasional Undang-undang Auditor).
Ø Patokan
Akuntansi
§ Aset-aset
berwujud biasanya dihitung berdasarkan nilai perolehan.
§ Depresiasi
dilakukan menurut ketentuan pajak, biasanya dengan metode garis garis lurus
atau saldo menurun.
§ Persediaan
dinilai berdasarkan nilai terendah (FIFO) atau rata-rata tertimbang.
§ Biaya
riset dan pengembangan dibebankan pada saat terjadinya (akrual basis)
§ Aset-aset yang dipinjamkan tidak dikapitalisasi,
dan biaya sewa dibebankan.
§ Utang
untuk kepentingan pasca-pekerjaan tidak harus diakui dan pinjaman keuangan
tidak perlu dikapitalisasi.
§ Pajak-pajak
yang ditangguhkan dihitung menggunakan metode kewajiban, dan dipotong ketika
pembalikan perbedaan waktu bisa diperkirakan.
§ Goodwill
biasanya dikapitalisasi dan diamortisasi ke dalam pendapatan.
3.
JERMAN
Iklim akuntansi jerman terus berubah semenjak akhir perang dunia
II. Pada masa itu, akuntansi bisnis menekankan daftar akun nasional dan
seksional. Commercial Code menetapkan beragam prinsip tentang “pembukuan yang
rapi”, dan audit yang mandiri hampir tidak selamat dari perang.
Sistem penyusunan standar akuntansi Jerman secara umum sama dengan
sistem yang digunakan di Inggris dan Amerika Serikat dan sama dengan IASB.
Namun penting untuk menekankan bahwa standar GASB merupakan rekomendasi
otoriter yang hanya berlaku untuk laporan keuangan gabungan. Standar tersebut
tidak membatasi atau mengubah persyaratan HGB. GASB diciptakan untuk
mengembangkan susunan standar Jerman yang sesuai dengan standar akuntansi
internasional.
Undang-undang
Jerman menetapkan persyaratan akuntansi, audit, dan laporan keuangan yang
berbeda tergantung pada ukuran perusahaan pada organisasi bisnisnya.
Undang-undang menetapkan isi dan format laporan keuangan, yang mencakup hal-hal
berikut:
1.
Neraca
2.
laporan laba rugi
3.
catatan
4.
laporan manajemen
5.
laporan auditor
Sebuah
keistimewaan dari sistem laporan keuangan Jerman adalah adanya laporan pribadi
dari auditor kepada dewan direktur dan dewan pengawas perusahaan. Laporan ini
mengomentari prospek masa depan perusahaan dan khususnya faktor-faktor yang
bisa mengancam kelangsungannya.
Ø Regulasi
dan Pelaksanaan Akuntansi
Ada lima perusahaan besar yang terlibat dalam penyusunan standar di Jerman:
Ada lima perusahaan besar yang terlibat dalam penyusunan standar di Jerman:
1.
German Accounting Standards
Committee atau GASC, atau dalam bahasa Jerman, Deutsches Rechnungslegungs
Standards Committee atau DRSC (Otoritas penyusun standar Jerman)
2.
Financial Accounting Control Act
(Badan pengontrol kepatuhan).
3.
Financial Reporting Enforcement
Panel atau FREP (Dewan sector swasta)
4.
Federal Financial Supervisory
Authority (Dewan sector public)
5. Wirtschaftsprufer atau WPs (Badan pemeriksa perusahaan)
5. Wirtschaftsprufer atau WPs (Badan pemeriksa perusahaan)
Ø Pengukuran
Akuntansi
·
Metode pembelian (akuisisi)
menggunakan metode penggabungan usaha.
·
Aset dan utang dari badan usaha
yang diakuisisi dinaikkan pada nilai yang ada.
·
Aset berwujud dinilai berdasarkan
harga perolehan.
·
Persediaan dicatat pada biaya atau
pasar yang lebih rendah.
·
Depresiasi dinilai sesuai dengan
penurunan tingkat pajak.
·
Menggunakan pendekatan mata uang
fungsional terhadap translasi mata uang asing.
·
Goodwill diuji setiap tahun untuk
mengetahui adanya penurunan.
·
Pajak-pajak yang ditangguhkan
biasanya tidak muncul dalam akun perusahaan pribadi, namun pajak tersebut bisa
muncul dalam laporan gabungan.
4.
BELANDA
Belanda memiliki undang-undang akuntansi dan
persyaratan laporan keuangan yang cukup bebas tapi standar praktik profesional
yang sangat tinggi. Belanda merupakan sebuah negara hukum, namun akuntansinya
diorientasikan ke arah kewajaran penyajian. Laporan keuangan dan akuntansi
pajak merupakan dua aktivitas yang terpisah. Akuntansi di Belanda dianggap
sebagai sebuah cabang ekonomi bisnis. Akibatnya banyak pemikiran ekonomi yang
dicurahkan untuk topik-topik akuntansi dan khususnya pada pengukuran akuntansi.
Akuntan Belanda juga mau menerima pemikiran asing. Belanda merupakan penyokong
awal dari standar internasional untuk akuntansi dan laporan keuangan, dan laporan
IASB menerima perhatian besar dalam menentukan praktik yang bisa diterima.
Ø Regulasi
dan Pelaksanaan Akuntansi
Regulasi akuntansi di Belanda tetap bersifat liberal hingga munculnya Act on Annual Financial Statements pada tahun 1970 yang berisi:
Regulasi akuntansi di Belanda tetap bersifat liberal hingga munculnya Act on Annual Financial Statements pada tahun 1970 yang berisi:
§ Laporan
keuangan tahunan harus menunjukkan gambaran yang jelas dari posisi keuangan dan
hasil tahun tersebut, dan semua artikelnya harus dikelompokkan dan dijelaskan
dengan tepat.
§ Laporan
keuangan harus disusun berdasarkan praktik bisnis yang aman.
§ Dasar-dasar
untuk penulisan asset dan utang serta untuk menentukan hasil operasi harus
diungkapkan.
§ Laporan
keuangan harus disusun pada dasar yang konsisten, dan pengaruh material dari
perubahan dalam prinsip-prinsip akuntansi harus diungkapkan dengan tepat.
§ Informasi keuangan yang komparatif untuk
periode terdahulu harus diungkapkan dalam laporan keuangan dan catatan kaki
yang menyertainya.
Ø Laporan
Keuangan
Laporan keuangan harus meliputi hal-hal:
Laporan keuangan harus meliputi hal-hal:
1.
Neraca
2.
Laporan Laba Rugi
3.
Catatan
4.
Laporan Direktur
5.
Informasi lain yang sudah
ditentukan
Ø Pengukuran
Akuntansi
·
Goodwill dikapitalisasi dan
diamortisasi
·
Persediaan dinilai dengan FIFO, LIFO atau
rata-rata
·
Semua asset tidak berwujud
memiliki usia terbatas.
·
Biaya riset dan pengembangan
hanya dikapitalisasi ketika jumlahnya bisa ditutup kembali
·
Pajak penghasilan yang
ditangguhkan diakui berdasarkan konsep alokasi yang komprehensif.
5.
INGGRIS
Akuntasi di inggris berkembang sebagai cabang ilmu yang independen dan sevara pragmatis menyikapi kebutuhan dan praktik usaha. Inggris merupakan Negara pertama didunia yang mengembangkan profesi akuntansi yang kita kenal sekarang. Masyarakat akuntansi pertama yang diakui adalah masyarakt akuntansi di Edinburgh, yang disahkan oleh akta kerjaan pada tahun 1854. Masyarakat yang serupa secara resmi diakui di Glasgow pada tahun 1855 dan di Aberdeen pada tahun 1867. Akuntansi profesiona bermula pada masyarakat professional ini.
Akuntasi di inggris berkembang sebagai cabang ilmu yang independen dan sevara pragmatis menyikapi kebutuhan dan praktik usaha. Inggris merupakan Negara pertama didunia yang mengembangkan profesi akuntansi yang kita kenal sekarang. Masyarakat akuntansi pertama yang diakui adalah masyarakt akuntansi di Edinburgh, yang disahkan oleh akta kerjaan pada tahun 1854. Masyarakat yang serupa secara resmi diakui di Glasgow pada tahun 1855 dan di Aberdeen pada tahun 1867. Akuntansi profesiona bermula pada masyarakat professional ini.
Ø Regulasi
dan Pelaksanaan Akuntansi
Kegiatan
perusahaan yang didirkan di Inggris secara luas diatur oleh aktiva yang disebut
sebagai undang undang perusahaan. Sebagai contoh, pada tahun 1981 direktif
keempat UE diberlakukan, menambah aturan wajib menyangkut bentuk, prinsip
akuntansi dan konvensi dasar akuntansi.
Undang undang tahung 1981 juga menetapkan
lima prinsip dasar akuntansi :
1.
Pendapatan dan beban disesuaikan
dengan dasar akrual.
2.
Aset dan kewajiban individu dalam
setiap golongan asset dan kewajiban dihitung secara terpisah.
3.
Prinsip konservatisme (kehati-hatian)
diterapkan, khususnya dalam pengenalan penghasilan yang didapat dan semua
kewajiban dan kerugian yang ditemukan.
4.
Penerapan kebijakan akuntansi
yang konsisten diharuskan dari tahun ketahun.
5.
Prinsip perusahaan yang terus
berjalan bisa diterapkan untuk entitas yang sedang dihitung.
Enam dewan
akuntansi di Kerajaan Inggris:
1.
TheInstituteofChartered
AccountantsinEnglanddanWales
2.
TheInstituteofChartered AccountantsinIreland
3.
TheInstituteofChartered
AccountantsinScotland
4.
The Association of Chartered
Certified Accountants
5.
The CharteredInstituteofManagementAccountants
6.
The
CharteredInstituteofPublicFinance and Accountancy
Ø Laporan
Keuangan
Laporan keuangan Inggris mencakup hal-hal:
1. Laporan direktur
2. Akun Laba dan Rugi serta neraca
3. Laporan arus kas
4. Laporan keseluruhan laba dan rugi
5. Laporan kebijakan akuntansi
6. Catatan yang direferensikan dalam laporan keuangan
7. Laporan auditor
Laporan keuangan Inggris mencakup hal-hal:
1. Laporan direktur
2. Akun Laba dan Rugi serta neraca
3. Laporan arus kas
4. Laporan keseluruhan laba dan rugi
5. Laporan kebijakan akuntansi
6. Catatan yang direferensikan dalam laporan keuangan
7. Laporan auditor
Ø Penghitungan
akuntansi
·
Goodwill dikapitalisasi dan
diamortisasi selama kurang dari 20 tahun
·
Aset-aset dihitung pada harga
perolehan, biaya sekarang atau gabungan keduanya
·
Depresiasi dan amortisasi harus berhubungan
dengan dasar perhitungan yang digunakan untuk asset-aset yang mendasarinya
·
Persediaan dihitung berdasarkan FIFO atau
rata-rata
·
Pajak yang ditangguhkan dihitung
menggunakan metode hutang dengan dasar provisi penuh untuk perbedaan
berdasarkan waktu.
BAB III
KESIMPULAN
KESIMPULAN
Di
Negara-negara hukum kode, sector public lebih berpengaruh dan profesi akuntansi
cenderung untuk lebih diatur oleh Negara. Hal ini yang menyebabkan mengapa
standar akuntansi berbeda-beda di seluruh dunia. Akuntansi Komparatif bagian
ini membahas tentang sistem Akuntansi di negara Republik Ceko,Perancis, Jerman,
Belanda dan Inggris. Akuntansi Internasional berguna bagi perusahaan baru yang
ingin menginvestasikan uangnya ke dalam perusahaan asing.
DAFTAR
PUSTAKA
http://vegaaugesriana.wordpress.com/2013/04/08/bab-iii-akuntansi-komparatif-i/
http://christomario.wordpress.com/2012/04/07/resume-akuntansi-internasional/
http://christomario.wordpress.com/2012/04/07/resume-akuntansi-internasional/
NAMA :
AMALIA FEBRY I
NPM/KElAS : 20213757/4EB02
Tidak ada komentar:
Posting Komentar