BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Internasional
Financial Reporting Standards atau IFRS saat ini selalu menjadi pembahasan
akuntansi dalam setiap forum akuntansi baik domestik, regional, maupun
internasional. Pelaporan keuangan berbasis IFRS telah menjadi sorotan setiap
negara, terutama untuk negara-negara maju dan berkembang. Perlahan-lahan
negara-negara di Eropa, Amerika Utara, dan Asia melakukan konvergensi IFRS yang
dinilai memiliki manfaat dalam peningkatan arus investasi global. Hal tersebut
memungkinkan adanya kemudahan akses perusahaan domestik melakukan ekspansi
secara internasional tanpa kesulitan atas penyesuaian laporan keuangan
perusahaan tersebut nantinya di negara lain.
Konvergensi standar akuntansi internasional dan nasional
mencakup penghapusan mencakup penghapusan berbagai perbedaan secara perlahan
melalui upaya kerja sama antara IASB (International Accounting Standard Board),
penentu standar nasional, dan kelompok lain yang menginginkan solusi terbaik
bagi persoalan akuntansi dan pelaporan. Meskipun terdapat istilah penghapusan
dalam makna konvergensi, namun konvergensi bisa mencakup pembuatan standar baru
yang belum tercantum dalam standar yang sudah ada.
Konvergensi Akuntansi mencakup konvergensi (1) standar
akuntansi (yang membahas ukuran dan penyajian), (2) penyajian terkait penawaran
surat berharga dan daftar bursa efek yang dibuat oleh perusahaan go public, dan
(3) standar audit).
Pada akhirnya konvergensi IFRS akan menghasilkan keseragaman
dalam pelaporan keuangan di dunia internasional. Hal ini akan mempermudah pihak
yang berwenang aktif dalam ruang lingkup pelaporan keuangan, baik pembuat
standar, perusahaan, regulator, maupun auditor dalam memahami penerapan IFRS di
berbagai negara sehingga sejalan dengan tuntutan pelaporan keuangan di era arus
globalisasi yang kian berkembang pesat.
BAB II
PEMBAHASAN
A. SURVEI KONVERGENSI
INTERNASIONAL
1.
Manfaat Konvergensi Internasional
Pendukung
konvergensi internasional menyatakan bahwa banyak manfaat yang telah dirasakan.
Donald T Nicolaisen, mantan kepala akuntan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika
Serikat, pada pertemuan IASB (International Accounting Standard Board) tanggal
28 September 2004 menyatakan bahwa dengan memiliki standar berkualitas tinggi
dalam akuntansi, audit, dan pengungkapan akan menguntungkan investor serta akan
mengurangi biaya akses masuk pasar modal seluruh dunia. Hal ini jelas menjadi
dorongan bagi para badan standar akuntansi di setiap negara untuk mencoba
menerapkan IFRS dikarenakan dapat berefek positif terhadap iklim investasi di negara
masing-masing.
PricewaterhouseCoopers
melaporkan bahwa surat kabar terkini mengusulkan “global GAAP (prinsip
akuntansi yang berlaku umum)”. Keuntungannya antara lain:
·
Standar laporan keuangan berkualitas tinggi yang
digunakan secara konsisten di seluruh dunia dapat meningkatkan efisiensi dalam
alokasi modal. Biaya modal akan dikurangi.
·
Para investor dapat mengambil keputusan yang
lebih baik dalam berinvestasi. Portofolio lebih bermacam-macam dan risiko
keuangan dapat dikurangi. Transaparansi dan persaingan di pasar global akan
lebih terjaga.
·
Perusahan-perusahaan dapat meningkatkan strategi
dalam mengambil keputusan mengenai merger dan akuisisi area usaha.
·
Pengetahuan dan keahlian akuntansi dapat
ditransfer tanpa batasan ke seluruh dunia.
·
Ide-ide terbaik yang muncul dari aktivitas
berstandar nasional dapat ditonjolkan dalam mengembangkan standar global dengan
kualitas terbaik.
2.
Kritik terhadap Standar Internasional
Proses menjadikan
standar akuntansi menjadi standar internasional juga menuai kritik. Beberapa pihak mengatakan bahwa
penentuan standar akuntansi internasional merupakan solusi yang terlalu
sederhana atas masalah yang rumit. Lebih jauh lagi, ditakutkan bahwa adopsi
standar internasional akan menimbulkan “standar yang berlebihan”. Perusahaan
harus merespon terhadap susunan tekanan nasional, politik, social, dan ekonomi
yang semakin meningat dan semakin dibuat untuk memenuhi ketentuan internasional
tambahan yang rumit dan berbiaya besar.
Kritikus
bersikeras bahwa standar internasional tidaklah cocok untuk
perusahaan-perusahaan kecil dan menengah, terutama perusahaan yang tidak
terdaftar dan tanpa akuntabilitas public. Untuk mengatasi masalah ini, sebuah
versi dari “big GAAP/little GAAP-(prinsip akuntansi yang berlaku umum
besar/kecil)” telah disusun dengan mengacu pada standar internasional bagi
perusahaan-perusahaan di seluruh dunia dan disusun mengacu pada standar yang
disederhanakan bagi perusahaan-perusahaan lainnya.
3.
Rekonsiliasi dan Pengakuan Bersama
Seiring berkembangnya penerbitan dan
perdagangan ekuitas di seluruh dunia, masalah-masalah yang berhubungan dengan
pendistribusian laporan keuangan dalam yurisdiksi luar negeri menjadi lebih penting.
Masalah-masalah tersebut dapat diselesaikan dengan adanya konvergensi
internasional, yang mempermudah akses laporan keuangan untuk lintas batas
negara.
Dua pendekatan
lainnya telah dimaksimalkan sebagai solusi yang sesuai bagi masalah-masalah
yang berhubungan dengan pengajuan laporan keuangan lintas negara, antara lain:
(1) rekonsiliasi, dan (2) pengakuan bersama (yang juga dikenal dengan sebutan
‘reciprocity’ –timbal balik). Melalui rekonsiliasi, perusahaan asing dapat
menyusun laporan keuangan dengan menggunakan standar akuntansi negara asal,
tetapi harus menyediakan rekonsiliasi antara ukuran-ukuran akuntansi yang
penting (seperti laba bersih dan ekuitas pemegang saham) di negara asal dan di
negara dimana laporan keuangan dilaporkan. Pengakuan bersama terjadi apabila
pihak regulator di luar negara asal menerima laporan keuangan perusahaan asing
yang didasarkan pada prinsip-prinsip negara asal.
4.
Evaluasi
Pertentangan
mengenai harmonisasi atau konvergensi memang tidak dapat sepenuhnya diselesaikan.
Opini-opini yang menentang harmonisasi memiliki manfaat tersendiri. Namun,
bukti-bukti terbaru menunjukkan bahwa tujuan harmonisasi akuntansi
internasional mengenai akuntansi, pengungkapan, dan audit telah diterima secara
luas sehingga kecenderungan konvergensi internasional akan terus berlanjut atau
bahkan meningkat. Semakin banyak negara yang mulai mengadopsi IFRS secara
sukarela karena banyaknya manfaat di masa mendatang. Kemajuan dalam proses
harmonisasi pengungkapan dan audit dinilai mengesankan. Keberhasilan
usaha-usaha konvergensi terbaru yang dilakukan oleh organisasi-organisasi
internasional dapat menjadi cirri bahwa konvergensi terjadi sebagai respons
alami terhadap tuntutan ekonomi.
B.
BEBERAPA PERISTIWA PENTING DALAM SEJARAH PENYUSUNAN STANDAR AKUNTANSI
INTERNASIONAL
Berikut adalah beberapa peristiwa penting
dalam sejarah penyusunan standar akuntansi internasional yang menjadi tonggak pengembangan
standar akuntansi tersebut:
1.
Tahun 1973 à Pendirian International Accounting
Standars Committee (IASC).
2.
Tahun 1976 à Organization for Economic Cooperation
and Development (OECD) mengeluarkan Deklarasi Inventasi yang berisi arahan
mengenai “Pengungkapan Informasi”.
3.
Tahhun 1977 à Pendirian International Federation
of Accountans (IFAC).
4.
Tahun 1977 à Dewan Sosial Ekonomi PBB
mengeluarkan laporan empat bagian tentang Standar Akuntansi Internasional dan
Pelaporan untuk Badan Hukum Transnegara.
5.
Tahun 1984 à London Stock Exchange (LSE)
mengharuskan perusahaan mematuhi standar akuntansi internasional jika tidak
tergabung di Inggris dan Irlandia.
6.
Tahun 1989 à IASC mengeluarkan draft pembukaan
32 mengenai komparabilitas laporan keuangan dan menerbitkan kerangka kerja bagi
penyusunan dan penyampaian laporan keuangan.
7.
Tahun 1996 à Securities and Exchange Commission
(SEC) mendukung tujuan IASC.
8.
Tahun 2001 à Internasional Accounting Standards
Board (IASB) menggantikan IASC. Standar IASB dikenal sebagai International
Financial Reporting Standards (IFRS).
9.
Tahun 2002 à IASB dan FASB menandatangani
“Norwalk Agreement” dan konvergensi terjadi antara standar internasioanl dan
standar akuntansi AS.
10.
Tahun 2003 à European Council menyetujui
pengembangan Pedoman Keempat dan Ketujuh Uni Eropa yang menghilangkan
inkonsistensi antara pedoman yang lama dan IFRS.
11.
Tahun 2004 à Australian Accounting Standard
Board mengumumkan niatnya mengadopsi IFRS sebagai Standar Akuntansi Australia.
12.
Tahun 2005 à Menteri Keuangan CIna melakukan
konvergensi Standar Akuntansi Cina dan IFRS tahun 2007. Badan Standar Akuntansi
Kanada menghilangkan GAAP Kanada dan diganti IFRS pada tahun 2011. IASB dan
Badan Standar Akuntansi Jepang meluncurkan proyek konvergensi.
13.
Tahun 2006 à IASB menerbitkan laporan tentang
hubungan kerjanya dengan penyusun standar akuntansi lainnya.
14.
Tahub 2007 à SEC mengajukan penghapusan
persyaratan rekonsiliasi bagi perusahaan-perusahaan yang menggunakan IFRS.
C. IKHTISAR ORGANISASI BESAR INTERNASIONAL YANG MENDUKUNG
KONVERGENSI AKUNTANSI
1.
International Accounting Standards Board (IASB)
Tujuan dari IASB adalah :
·
Mengembangkan untuk kepentingan public,
seperangkat standar akuntansi yang berkualitas tinggi, mudah dimengerti dan
tidak sulit dilaksanakan, yang menuntut informasi berkualitas tinggi,
transparansi dan sebanding mengenai laporan keuangan dan kondisi keuangan
lainnya.
·
Memajukan penggunaan dan penerapan yang tepat
dari standar-standar yang dibuat.
·
Memperhatikan kebutuhan khusus perusahaan kecil
menengah dan perkembangan ekonomi.
·
Meningkatkan kualitas konvergensi standar
akuntansi di setiap negara serta Standar Akuntansi International dan Standar
Pelaporan Keuangan International.
2.
Commision of European Union (EU)
Uni Eropa didirikan tahun 1957 dan
merupakan hasil dari Pakta Roma, dengan tujuan menyelaraskan sistem hukumn dan
sistem ekonomi negara-negara anggotanya. Berbeda dengan IASB, yang tidak
memiliki wewenang untuk mengharuskan penerapan standar akuntansinya, Komisi
Eropa (EC, yang merupakan badan pengatur Uni Eropa) memiliki kekuasaan penuh
untuk menerapkan instruksi akuntansinya ke seluruh Negara yang menjadi
anggotanya.
Salah satu cita-cita Uni Eropa adalah untuk
mencapai penggabungan pasar keuangan Eropa. Untuk mencapai cita-citanya ini,
Uni Eropa telah memperkenalkan intruksi dan melaksanakan prakarsa besar untuk:
·
Meningkatkan modal untuk basis Eropa.
·
Menetapkan kerangka hokum bersama dalam pasar
sekuritas dan derivatif.
·
Mencapai satu susunan standar akuntansi
bagi-bagi perusahaan-perusahaan yang terdaftar
3.
International Organization of Securities
Commissions (IOSCO)
Tujuan dari IOSCO adalah:
Bekerja bersama untuk memajukan peraturan
standar tinggi agar dapat memelihara pasar yang adil, efisien, dan baik.Bertukar
informasi tentang pengalaman setiap negara guna memajukan perkembangan pasar
domestic.Menyatukan usaha setiap negara untuk membuat standar dan pengawasan
yang tepat terhadap transaksi sekuritas di setiap negara.Saling membantu
memajukan integritas pasar dengan menerapkan standar-standar secara teliti
dengan menindak segala pelanggaran.
4.
International Federation of Accountants (IFAC)
Misi IFAC adalah memperkuat profesi
akuntansi di seluruh dunia dan memberikan peran terhadap perkembangan ekonomi
internasional yang kuat dengan mendirikan dan memajukan kesetiaan terhadap
standar professional berkualitas tinggi, memperluas konvergensi internasional,
dan berbicara mengenai masalah kepentingan publik dimana keahlian profesi
tersebut lebih relevan.
5.
Kelompok Kerja Para Ahli Antar Pemerintahan PBB
Dalam International Standards of
Accounting and Reporting (ISAR)
ISAR didirikan tahun 1982, dengan cita-cita
: memajukan transparansi, reliabilitas, dan keterbandingan akuntansi dan
pelaporan badan hukum. begitu pun untuk meningkatkan pengungkapan pada
penguasaan badan hukum oleh perusahaan-perusahaan di negara berkembang dan
negara yang sedang mengalami transisi ekonomi.
6.
Organization of Economic Cooperation and
Development (OECD)
OECD merupakan organisasi internasional
yang terdiri atas 30 negara perekonomian pasar (sebagian besar negara
industri). Badan pengurus OECD bernama Dewan OECD dan memiliki jaringan sekitar
200 komite dan kelompok pekerja. OECD mempublikasikan Tren Pasar Keuangan dua
kali setahun, yang menilai tren dan prospek di pasar keuangan nasional dan
internasional di wilayah OECD. Kegiatan pentingnya adalah memajukan pengaturan
yang baik di sector Negara maupun swasta.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Konvergensi internasional saat ini tengah menjadi perbincangan hangat di
dunia internasional. Harmonisasi standar akuntansi setiap negara melalui IFRS
menghasilkan kesalarasan pemahaman laporan keuangan dengan skala internasional.
Banyak manfaat dan keuntungan dari penerapan IFRS di suatu negara, meskipun ada
hambatan-hambatan dalam masa transasisi adopsi IFRS. IFRS tidak hanya menjadi
standar akuntansi acuan di dunia internasional, namun menjadi pedoman dalam
menyusun standar audit yang nantinya dapat berskala internasional pula.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar