SISTEM PEREKONOMIAN DI DUNIA
Kata sistem berasal dari bahasa Latin (
systema ), dan bahasa Yunani ( sustema ). Pengertian sistem yaitu, suatu
kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk
memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan.
Di dalam sistem perekonomian dunia terbagi
atas 3 jenis sistem yaitu, sistem perekonomian pasar ( liberalis/kapitalis ) ,
sistem perekonomian perencanaan ( etatisme ) , dan sistem perekonomian
campuran.
·
Sistem
Perekonomian Pasar ( liberalis/kapitalis )
Suatu sistem ekonomi yang memberikan
kebebasan penuh kepada setiap individu untuk bersaing mengejar keuntungan yang
sebesar-besarnya. Dalam sistem ini peranan pemilik modal sangat dominan.
Ø
Ciri-ciri :
1. Setiap individu bebas meiliki
faktor-faktor produksi ( SDA,SDM,Sumber daya buatan = mesin-mesin , &
enterpreneurship ).
2. Setiap individu bebas memilih pekerjaan.
3. Setiap individu bebas mengadakan
perjanjian-perjanjian.
4. Pemerintah secara tidak langsung mengatur
kehidupan ekonomi.
§
Negara yang
menganut :
Jepang , Amerika Serikat , Australia , dan
lain-lain.
·
Sistem
Perekonomian Perencanaan ( Etatisme )
Suatu sistem ekonomi yang dipegang dan
dikuasai penuh oleh negara. Adapun maksud pemerintah menguasai perekonomian ini
yaitu untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.
Ø
Ciri-ciri :
1. Tidak adanya kebebasan bagi individu dalam
berusaha.
2. Perekonomian dikuasai dan diatur oleh
pemerintah.
3. Hak milik perorangan atas modal dan
alat-alat produksi tidak diakui
§
Negara yang
menganut :
RRC , Polandia , Rumania , dan lain-lain.
·
Sistem
Perekonomian Campuran
Sistem ekonomi gabungan antara sistem ekonomi
liberalisme dan sosialisme. Dalam sistem ini yang berperan ada 2 sektor yaitu
negara dan swasta. Sistem ini banyak dijumpai di negara-negara yang
berkembang.
Ø
Ciri-ciri :
1. Pemerintah aktif dalam kegiatan ekonomi.
2. Negara menguasai cabang-cabang produksi
yang menguasai hajat hidup orang banyak.
3. Hak milik swasta atas alat-alat produksi.
§
Negara yang
menganut :
Indonesia, Mesir , Malaysia , dan lain-lain.
v
Perbedaan
Antara Sistem Perekonomian Pasar , Sistem Perekonomian Etatisme , dan Sistem
Perekonomian Campuran :
PASAR
|
ETASTISME/SOSIALISME
|
CAMPURAN
|
|
KEPEMILIKAN SUMBER DAYA
|
SWASTA
|
PEMERINTAH
|
PEMERINTAH & SWASTA
|
HARGA
|
MEKANISME
PASAR
|
PEMERINTAH
|
PEMERINTAH BISA MENGINTERVENSI
|
PERSAINGAN
|
TERBUKA/BEBAS
|
TERTUTUP
|
TERBUKA BAGI INDUSTRI SWASTA
|
KEPEMILIKAN INDIVIDU
|
ADA
|
TIDAK ADA
(SANGAT KECIL)
|
ADA
|
Kesimpulannya dalam perekonomian di dunia
adanya 3 sistem yaitu : sistem perekonomian pasar ( sistem yang bebas
dalam melakukan kegiatan perekonomian di negaranya tanpa campur tangan dari
pemerintah ) , sistem perekonomian etatisme ( sistem yang dikuasai langsung
oleh pemerintah di negara yang menganut sistem ini dan campur tangan ini
dilakukan untuk mensejahterakan masyarakatnya ) , dan sistem perekonomian
campuran ( sistem ini berlaku sekarang ini di negara kita Indonesia, dimana
sistem ini percampuran antara liberalisme dan sosialisme yang maksudnya yaitu,
di dalam negara yang menggunakan sistem ini terdapat 2 sektor yang
berpengaruh yaitu swasta dan negara ).
Jadi setiap negara yang mengunakan
masing-masing sistem tersebut mempunyai dampak untuk negaranya masing-masing
dan tentunya sistem tersebut digunakan untuk menjalankan perekonomian dengan
baik sesuai dengan sistem yang dipakai di negaranya masing-masing.
Sistem Perekonomian Indonesia
Sejak
berdirinya negara Republik Indonesia, sudah banyak tokoh-tokoh negara pada saat
itu telah merumuskan sistem perekonomian yang tepat bagi bangsa indonesia, baik
secara individu maupun diskusi kelompok. Tokoh ekonomi indonesia saat itu,
Sumitro Djojohadikusumo, dalam pidatonya di negara Amerika tahun
1949, menegaskan bahwa sistem yang dicita-citakan adalah ekonomi semacam
campuran tetapi dalam proses perkembanganya telah disepakati suatu bentuk
ekonomi baru yang dinamakan sebagai Sistem Ekonomi Pancasila yang didalamnya
mengandung unsur penting yang disebut Demokrasi Ekonomi.
Mengapa
dipilih sistem Demokrasi ekonomi, karena menurut beliau sistem Demokrasi
Ekonomi memiliki ciri-ciri yang positif, diantaranya adalah :
1.
Perekonomian
disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan.
2.
Cabang-cabang
produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak
dikuasai oleh negara.
3.
Warga negara
memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendakinya serta mempunyai
hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
4.
Hak milik
perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan
kepentingan masyarakat.
5.
Potensi,
inisiatif dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam
batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
6.
Fakir miskin
dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
Dengan
demikian perekonomian Indonesia tidak mengizinkan adanya :
Free fiht liberalism, yaitu adanya suatu kebebasan usaha yang
tidak terkendali sehingga memungkinkan terjadinya eksploitasi kaum ekonomi yang
lemah dan terjajah dengan akibat semakin bertambah luasnya jurang pemisah si
kaya dan si miskin.
Etatisme, yaitu keikutsertaan pemerintah yang terlalu
dominan sehingga mematikan motivasi dan kreasi masyarakat untuk berkembang dan
bersaing secara sehat. Jadi masyarakat hanya bersikap pasif saja
Monopoli, suatu bentuk pemusatan kekuatan ekonomi
pada satu kelompok tertentu, sehingga tidak memberikan pilihan lain pada
konsumen untuk tidak mengikuti keinginan sang monopoli. Disini konsumen seperti
robot yang diatur untuk mengikuti jalannya permainan.
Meskipun
awal perkembangan perekonomian indonesia menganut sistem ekonomi pancasila.
Ekonomi demokrasi dan mungkin ‘campuran’ namun bukan berarti sistem
perekonomian liberalis dan etatisme tidak pernah terjadi di Indonesia. Awal
tahun 1950-an sampai dengan tahun 1957-an merupakan bukti sejarah adanya corak
liberalis dalam perekonomian Indonesia. Demikian juga dengan sistem etatisme,
pernah juga mewarnai corak perekonomian di tahun 1960-an sampai masa orde baru.
Faktor-faktor
penyebab kegagalan sistem perekonomian Indonesia adalah :
·
Program
tersebut disusun oleh tokoh yang relatif bukan bidangnya, namun oleh tokoh
politik, sehingga keputusan yang dibuat cenderung menitikberatkan pada masalah
politik bukan masalah ekonomi.
·
Akibat
lanjutan dari kegagalan diatas dana negara yang seharusnya dialokasikan untuk
kepentingan kegiatan ekonomi justru dialokasikan untuk kepentingan politik dan
perang.
·
Adanya
kecenderungan terpengaruh untuk menggunakan sistem perekonomian yang tidak
sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia.
·
Akibat yang
ditimbulkan dari sistem etatisme yang pernah terjadi di indonesia pada periode
tersebut, yaitu :
1.
Semakin
rusaknya sarana produksi dan komunikasi yang membawa dampak menurunnya nilai
ekspor kita.
2.
Hutang luar
negeri yang justru dipergunakan untuk proyek ‘Mercu Suar’
3.
Defisit
anggaran negara yang makin besar
4.
laju
pertumbuhan penduduk yang lebih besar dari pertumbuhan ekonomi
D. Para
Pelaku Ekonomi
Mungkin
dalam ilmu ekonomi mikro kita mengenal tiga pelaku ekonomi, yaitu :
§ Pemilik faktor produksi
§ Konsumen
§ Produsen
Dan dalam ilmu ekonomi makro ada :
§ Sektor rumah tangga
§ Sektor swasta
§ Sektor pemerintah
§ Sektor luar negeri
Maka dalam
perekonomian indonesia sendiri dikenal tiga pelaku pokok :
v Koperasi
v Sektor Swasta, dan
v Sektor pemerintah
sesuai
dengan konsep trilogi pembangunan, yang masing-masing pelaku tersebut memiliki
fungsi sebagai berikut :
·
Koperasi
Sesuai
dengan UU No. 25 Tahun 1992 pasal 4 menyatakan bahwa fungsi dan peran koperasi
seperti berikut ini.
1)
Membangun dan mengembangkan potensi serta kemampuan ekonomi anggota pada
khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi
dan sosial mereka.
2)
Turut serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia
dan masyarakat.
3)
Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan
perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya.
4)
Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang
merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi
ekonomi.
·
Sektor
Swasta
Peran
yang diberikan sektor swasta dalam perekonomian Indonesia seperti berikut ini.
1)
Membantu meningkatkan produksi nasional.
2)
Menciptakan kesempatan dan lapangan kerja baru.
3)
Membantu pemerintah dalam usaha pemerataan pendapatan.
4)
Membantu pemerintah mengurangi pengangguran.
5)
Menambah sumber devisa bagi pemerintah.
6)
Meningkatkan sumber pendapatan negara melalui pajak.
7)
Membantu pemerintah memakmurkan bangsa.
·
Sektor
Pemerintah
secara
umum sektor pemerintah memiliki fungsi :
1)
Mengelola cabang-cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak.
2)
Sebagai pengelola bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya
secara efektif dan efisien.
3)
Sebagai alat bagi pemerintah untuk menunjang kebijaksanaan di bidang ekonomi.
4)
Menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat sehingga dapat menyerap tenaga
kerja.
Sumber
: http://aanadesaputro.wordpress.com/2013/04/12/sistem-perekonomian-indonesia/
NAMA :
AMALIA FEBRY I
NPM : 20213757
KELAS : 1EB03
Tidak ada komentar:
Posting Komentar